Cara
meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT menurut Ka Asmawi S.pd (Murobi ikhwan
gererasi Robbani) yaitu:
1. Muhasabah
Yaitu
mengevaluasi/mengintropeksi diri sendiri. Apakah hari ini kita banyak beramal
atau banyak bermaksiat. Coba ingat-ingat apa yang telah anda lakukan hari ini.
Dan coba perbaiki lagi jika anda berbuat kesalahan. ingatlah orang yang tidak
menjadi lebih baik dari hari kemarin atau sama dengan hari kemarin adalah orang
yang rugi dan jika hari ini lebih buruk dari kemarin maka anda adalah termasuk
orang yang celaka.
2. Mu’aqabah
Yaitu
menghukum diri sendiri. Jika setelah di ingat-ingat dan setelah melihat catatan
anda dan anda banyak terdapat keburukan atau kesalahan, dan dosa. Maka
janganlah segan-segan menghukum diri anda sendiri dengan hukuman yang
mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya tilawah Al-Quran lebih banyak atau
berinfak lebih dari biasanya.
3. Mu’ahadah
Yaitu
mengingat-ingat perjanjian dengan Allah. Tahu kan, yang namanya janji itu apa?
Janji adalah sesuatu yang membuat kita terikat. Dan ingatkah anda bahwa kita
sering berjanji kepada Allah. Hayoo ingaaat… ingat gak? Ya udah, saya ingatkan
yaah, anda sholatkan? Siip kalo anda sholat, tahu kan apa yang anda baca pas
waktu sholat, “inna shalaati, wanusuuki,
wamahyaaya wamaa maati lillahi rabbil ‘alamin.. Sesungguhnya shalatku,
ibadahku, kehidupanku, dan kematianku adalah semata-mata untuk Allah Rabb
semesta alam.”
Artinya, dalam shalat itu, kita benar-benar berjanji,
bahwa segala macam hal yang kita lakukan, semata-mata adalah untuk Allah. Yang
namanya janji itu, harus kita tepati. Jadii, enggak boleh ingkar atau pura-pura
lupa lagi yah..
4. Mujahadah
Yaitu
bersungguh-sungguh dalam melakukan amalan-amalan sholeh. Serius, pantang
mundur, dan enggak pernah putus asa. Ingatlah “Man jadda waa jadda” barangsiapa bersungguh-sungguh pasti berhasil.
5. Muraqabah
Yaitu
menghadirkan keyakinan, bahwa Allah senantiasa melihat kita, menyertai dan
mendengar seluruh perkataan, bahkan mengetahui desir-desir yang ada di hati
kita. Dimana pun, apa pun, kapan pun, siapa pun, dan bagaimana pun kita. Allah
senantiasa mengawasi kita.