Ahlan Wa Sahlan ^^


Click here for Myspace Layouts

Selasa, 30 April 2013

Tawakal


Cara meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT menurut Ka Asmawi S.pd (Murobi ikhwan gererasi Robbani) yaitu:

1.      Muhasabah
            Yaitu mengevaluasi/mengintropeksi diri sendiri. Apakah hari ini kita banyak beramal atau banyak bermaksiat. Coba ingat-ingat apa yang telah anda lakukan hari ini. Dan coba perbaiki lagi jika anda berbuat kesalahan. ingatlah orang yang tidak menjadi lebih baik dari hari kemarin atau sama dengan hari kemarin adalah orang yang rugi dan jika hari ini lebih buruk dari kemarin maka anda adalah termasuk orang yang celaka.
2.      Mu’aqabah
           Yaitu menghukum diri sendiri. Jika setelah di ingat-ingat dan setelah melihat catatan anda dan anda banyak terdapat keburukan atau kesalahan, dan dosa. Maka janganlah segan-segan menghukum diri anda sendiri dengan hukuman yang mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya tilawah Al-Quran lebih banyak atau berinfak lebih dari biasanya.
3.      Mu’ahadah
        Yaitu mengingat-ingat perjanjian dengan Allah. Tahu kan, yang namanya janji itu apa? Janji adalah sesuatu yang membuat kita terikat. Dan ingatkah anda bahwa kita sering berjanji kepada Allah. Hayoo ingaaat… ingat gak? Ya udah, saya ingatkan yaah, anda sholatkan? Siip kalo anda sholat, tahu kan apa yang anda baca pas waktu sholat, “inna shalaati, wanusuuki, wamahyaaya wamaa maati lillahi rabbil ‘alamin.. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, kehidupanku, dan kematianku adalah semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam.”
        Artinya, dalam shalat itu, kita benar-benar berjanji, bahwa segala macam hal yang kita lakukan, semata-mata adalah untuk Allah. Yang namanya janji itu, harus kita tepati. Jadii, enggak boleh ingkar atau pura-pura lupa lagi yah..
4.      Mujahadah
           Yaitu bersungguh-sungguh dalam melakukan amalan-amalan sholeh. Serius, pantang mundur, dan enggak pernah putus asa. Ingatlah “Man jadda waa jadda” barangsiapa bersungguh-sungguh pasti berhasil.
5.      Muraqabah
          Yaitu menghadirkan keyakinan, bahwa Allah senantiasa melihat kita, menyertai dan mendengar seluruh perkataan, bahkan mengetahui desir-desir yang ada di hati kita. Dimana pun, apa pun, kapan pun, siapa pun, dan bagaimana pun kita. Allah senantiasa mengawasi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar